Quis custodiet ipsos custodes?
Watch Dogs, Kamu yang merupakan penggemar komik atau film
Watchmen tentunya tahu peribahasa latin yang saya tuliskan di atas. “
Quis custodiet ipsos custodes?” memiliki arti “
Who watches the watchmen?” yang kalau diartikan lagi adalah “Siapa yang mengawasi para pengawas?”. Peribahasa tersebut memiliki maksud yang berhubungan dengan pengawasan, keamanan, dan pemerintahan, sangat cocok dengan tema cerita dari game yang saya review di artikel ini,
Watch Dogs.
Lihat juga video review game ini melalui link berikut
Sebelum membahas game ini lebih jauh, saya akan mengenalkan
Watch Dogs kepada kamu yang belum terlalu mengenalnya.
Watch Dogs adalah sebuah game
action adventure open-world yang dikembangkan oleh
Ubisoft. Game ini pertama kali diumumkan dua tahun lalu dan dipromosikan sebagai salah satu game next-gen yang paling pertama kali dipamerkan untuk publik.
Promosi yang dilakukan
Ubisoft untuk mengenalkan
Watch Dogs ke masyarakat pun tidak main-main. Berbagai hal yang menghabiskan uang dilakukan untuk meningkatkan hype para gamer kepada game ini. Hasilnya? Antisipasi yang sangat besar muncul dari banyak gamer untuk
Watch Dogs. Tapi apakah antisipasi tersebut terbayar dengan kualitas game ini? Cek langsung saja
review berikut.
Penuh Klise Film Laga Hollywood
Watch Dogs bercerita tentang kisah Aiden Pearce. Seorang kriminal yang melancarkan aksinya dengan memanfaatkan infrastruktur kota yang disebut ctOS. Dengan melakukan hack pada ctOS, Aiden dapat mencuri berbagai hal mulai dari uang, informasi, sampai akses ke berbagai hal terlarang. Sepak terjangnya ini menyebabkan dia menjadi buronan organisasi misterius yang akhirnya berakibat pada tewasnya keponakan dia.
Kejadian ini membuat Aiden memutuskan untuk mengejar dan membalaskan dendam pada orang-orang yang bertanggung jawab atas nasib keluarganya ini. Dari situlah petualangan kamu sebagai Aiden dimulai.
Watch Dogs memiliki tema yang sangat menarik, yaitu tentang pengawasan, teknologi, dan kriminalitas. Game ini memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi game dengan cerita yang unik dan penuh kritik sosial, tapi sering kali hal tersebut ditutupi dengan adegan aksi yang terlalu penuh testosteron.
Kalau diperumpamakan, rasanya cerita dalam
Watch Dogs ini memiliki feel yang sama dengan cerita dari film seperti
Swordfish ataupun
Live Free or Die Hard. Kedua film tersebut memiliki tema teknologi informasi yang sangat kental. Banyak jargon-jargon yang berhubungan dengan dunia komputer dapat kamu temukan, tapi tetap saja kedua film tersebut adalah film laga yang menjual adegan baku tembak saja. Hal seperti itulah yang persis saya rasakan dalam cerita
Watch Dogs.
Meskipun begitu, game ini memiliki sebuah feature unik yang sangat luar biasa. Sebagai
Aiden Pearce, kamu memiliki kemampuan untuk meretas apapun, termasuk mencuri informasi dari orang-orang yang berkeliaran di kota
Chicago. Terkadang informasi-informasi yang muncul dari bagian itu sangatlah menarik dan bisa memberikan efek tersendiri kepada beberapa pemain seperti saya.
Contohnya seperti pada sebuah misi di mana Aiden harus menyelinap ke sebuah organisasi perdagangan manusia. Di tempat itu saya membaca deskripsi beberapa korban
human trafficking seperti seorang pelajar wanita yang diculik untuk diperdagangkan, sampai ke hal tidak bermoral yang menunjukkan seorang wanita keterbelakangan mental yang dilibatkan dalam prostitusi. Hal-hal tersebut sangatlah kontroversial, tapi di lain pihak kalimat-kalimat simpel itu mampu membuat saya semakin membenci karakter antagonis dalam game, sekaligus membuat saya sedikit sadar akan fakta gelap di dunia kita yang mungkin tidak pernah kita pedulikan.
Selain itu game ini juga mengkritisi isu-isu privasi yang biasa muncul menjadi topik hangat di internet beberapa tahun terakhir. Kritikan ini
Ubisoft sampaikan melalui berbagai adegan yang diambil dari kamera yang bisa kamu
hack di berbagai server
ctOS yang tersebar di kota.
Antusiasme Gameplay Yang Berlebihan
Di atas saya sudah menyinggung tentang besarnya hype yang
Ubisoft bangun untuk menyambut kehadiran
Watch Dogs, sayangnya hal ini bisa dibilang justru menjadi suatu hal yang membuat banyak fans kecewa. Antisipasi gamer sudah sangatlah tinggi terhadap game ini, sehingga
gameplay berkualitas tinggi pun masih dianggap kurang oleh banyak orang.
Secara sepintas, perasaan yang saya rasakan sat bermain
Watch Dogs sangatlah mirip dengan pada saat saya bermain
Grand Theft Auto V (GTA V). Game ini merupakan sebuah game
action adventure open-world yang mengizinkan kamu untuk mengelilingi kota, mengendarai berbagai jenis kendaraan, melakukan misi sampingan, dan juga tentu saja misi utama.
Bedanya, dalam
Watch Dogs kamu dapat melakukan
hacking kepada berbagai fasilitas yang ada di kota.
Hacking ini pun sebetulnya bukanlah hal yang spesial, sekedar pemanis tambahan yang seandainya dihilangkan akan membuat W
atch Dogs menjadi game
open-world biasa lainnya.
Satu hal yang betul-betul sangat saya sayangkan dari
Watch Dogs adalah adegan aksi yang bisa kamu temukan di sini. Meskipun memiliki feature
hacking yang sangat menjual,
Watch Dogs bisa dibilang sedikit membunuh fungsi feature ini.
Ubisoft menjanjikan bahwa dalam game ini kamu bisa memilih berbagai cara untuk menyelesaikan masalah, seperti dengan cara baku tembak langsung,
stealth, atau tidak perlu bergerak sama sekali dan hanya memanfaatkan teknologi
hacking saja untuk menyelesaikan sebuah misi. Meskipun hal ini benar setengahnya, misi yang ada di
Watch Dogs tetap didesain dengan gaya yang memaksa pemain untuk bergantung kepada aksi baku tembak.
Dalam game lain yang menjanjikan hal yang sama seperti
Deus Ex: Human Revolution atau
Dishonored, saya bisa saja menyelesaikan misi tanpa membunuh satu orang pun, namun dalam
Watch Dogs,
Ubisoft seakan-akan memaksa kamu untuk merasakan aksi baku tembak yang biasa ditemukan di game
cover shooter lainnya. Hal ini sangat disayangkan karena jujur saja, bisa menghabisi musuh tanpa harus berpindah tempat dan hanya menggunakan lingkungan adalah sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan. Sama menyenangkannya seperti pada saat
Batman menakuti lawan-lawannya dengan aksi penuh
stealth di seri
Arkham.
Setidaknya di bagian pemanfaatan lingkungan,
Ubisoft cukup sukses membuat
Watch Dogs menyenangkan, walaupun hal ini dirusak oleh aksi baku tembak yang standar.
Satu hal yang saya kurang suka dari
Watch Dogs adalah, tidak saja banyak misi yang repetitif di game ini, tapi tingkat kesulitan yang akan kamu temukan di misi-misinya juga bisa dibilang cukup susah. Untungnya kamu sedikit terbantu dengan sistem
skill yang biasa ditemukan di game bergenre
RPG. Setiap kali menyelesaikan misi, kamu akan mendapatkan
XP yang jika dikumpulkan akan berubah menjadi
skill points yang bisa digunakan untuk membeli berbagai
skill. Bagian ini menurut saya adalah bagian yang cukup unik yang bisa kamu temukan di Watch Dogs.
Meskipun misi-misi di
Watch Dogs didominasi oleh misi-misi kejar-kejaran atau tembak-tembakan, kamu masih tetap akan menemukan variasi yang menyenangkan dalam game ini. Bahkan ada misi dalam game yang memiliki gameplay keren layaknya game
iPad yang berjudul
Republique.
Variasi unik dalam
Watch Dogs juga saya temukan pada bagian
multiplayer game ini. Kamu tidak akan menemukan feature
multiplayer langsung layaknya game seperti
Call of Duty. Di dalam game ini yang akan kamu temukan adalah saat-saat mengejutkan ketika pemain lain tiba-tiba muncul dalam permainanmu dalam wujud
NPC lain dan mulai mencuri data dari karaktermu. Pada saat seperti inilah kamu harus main petak umpet menemukan pemain lain tersebut, lalu menghabisinya sebelum dia pergi.
Tidak sampai di situ saja,
Watch Dogs juga mengizinkan kamu untuk bermain game menggunakan
smartphone milik Aiden. Game yang bisa dimainkan pun sangat menyenangkan dan unik. Kamu bisa menemukan game seru dengan
gameplay dan visual layaknya
Carmageddon, game yang mengizinkanmu untuk mengendarai tank berbentuk laba-laba, sampai ke game yang akan mensimulasikan keadaan saat kamu
tripping dan berhalusinasi dengan melompati bunga-bunga.
Watch Dogs dipenuhi dengan banyak hal fresh dan baru dalam gameplay yang dimilikinya. Sayangnya banyak aspek dalam game, dan lebih sialnya lagi itu merupakan aspek utama, yang terkesan meniru game lebih populer seperti GTA V
Singkatnya,
Watch Dogs dipenuhi dengan banyak hal fresh dan baru dalam
gameplay yang dimilikinya. Sayangnya banyak aspek dalam game, dan lebih sialnya lagi itu merupakan aspek utama, yang terkesan meniru game lebih populer seperti
GTA V dan menjadikan
Watch Dogs sekedar game baku tembak untuk lelaki macho lainnya. Hal ini semakin diperparah dengan marketing gila-gilaan yang dilakukan
Ubisoft untuk mempromosikan game ini yang malah memberikan harapan terlalu besar kepada gamer.
Grafis Berkualitas Tinggi, Tetap Saja Banyak Dapat Hinaan
Beberapa minggu lalu sempat muncul informasi mengenai resolusi yang akan diusung
Watch Dogs di PS4 dan Xbox One. Game ini memang memiliki grafis tidak sehebat apa yang
Ubisoft pamerkan di berbagai
event marketing mereka sebelumnya (lagi-lagi kesalahan dari hype yang berlebihan). Tapi dari apa yang saya saksikan sekarang, grafis dalam
Watch Dogs nampak sangat apik dan enak dilihat.
Hal yang paling jadi perhatian kamu mungkin adalah karakter
Aiden Pearce sendiri. Aiden menggunakan jaket kulit panjang yang terlihat sedikit lebay namun cukup keren. Kostum ini sepertinya sengaja
Ubisoft pilih untuk memamerkan berbagai efek grafis dalam
Watch Dogs. Saat Aiden bergerak baik dengan kendaraan maupun berjalan, gerakan jaketnya terlihat cukup natural. Namun yang membuat saya selalu teringat adalah ketika Aiden berenang. Jika kamu menceburkan karaktermu ke sungai, saat keluat maka jaket karaktermu akan terlihat seperti basah sungguhan, hal ini mungkin sangatlah tidak penting, tapi bagi saya ini sudah cukup untuk menghibur mata.
Selain dari itu, jujur saja saya bukanlah seorang yang terlalu peduli dengan kualitas grafis yang berlebihan. Bagi saya apa yang
Ubisoft sajikan untuk
Watch Dogs sudah cukup baik. Namun itu hanya berdasarkan pengalaman saya memainkan versi
PS4 dari game ini. Saya sempat mendengar mengenai berbagai masalah teknis untuk urusan grafis dan performa pada
PC, namun saya masih belum mengkonfirmasi kabar ini.
Tapi yang jelas, game yang saya rasakan di
PS4 ini, merupakan game yang grafisnya tidak perlu diragukan kualitasnya.
Masalah Yang Tidak Saya Pusingkan, Namun Ramai Dibicarakan Orang
Jika kamu cukup aktif di media
game luar ataupun mengikuti akun-akun media sosial yang berhubungan dengan game, mungkin kamu sering kali mendengar simpang siur tidak enak mengenai
Watch Dogs.
Hal yang paling sering dibicarakan adalah bagaimana game ini tidak bisa dijalankan oleh banyak gamer. Meskipun telah membayar dengan harga penuh untuk game ini, banyak gamer yang mengaku tidak bisa mengakses
Watch Dogs. Hal ini terjadi terutama pada gamer
PC. Pasalnya meskipun mereka telah membeli game dengan
Steam, mereka tetap harus login
DRM lainnya dari
Ubisoft yaitu
Uplay.
Uplay sendiri tidak punya sejarah yang baik dengan gamer. Dulu
Uplay memaksa gamer untuk selalu
online meskipun game yang mereka mainkan adalah
single player. Sekarang meskipun tidak wajib, kamu tetap harus
login sekali sebelum dapat mengakses game yang kamu beli. Masalahnya dengan game sebesar
Watch Dogs, tidak mengherankan kalau
Uplay tidak sanggup menanggung beban gamer yang ingin bermain, alhasil malah jadi banyak sekali gamer yang tidak berkesempatan untuk menikmati game ini.
Saya sendiri yang memainkan versi
PS4 sempat mengalami masalah untuk mengakses
game yang saya dapatkan. Baru setelah melapor,
Ubisoft akhirnya mengirimkan kode digital baru yang bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan sama sekali meskipun tidak menggunakan koneksi internet.
Masalah kedua yang ramai dibicarakan adalah tentang penggambaran karakter. Seperti yang saya sebutkan di atas,
Watch Dogs memiliki cara bercerita yang baik melalui informasi
NPC yang lewat. Meskipun game ini memiliki cerita utama yang biasa saja, bagian informasi
NPC ini memberikan pengalaman tersendiri dalam menyampaikan naratif.
Sayangnya nampaknya ada sedikit masalah stereotip ditemukan di sini.
Game sering kali menggambarkan karakter berkulit hitam sebagai pecandu atau pengedar narkoba. Selain itu banyak juga yang protes tentang penggambaran karakter wanita yang biasanya hanya berfungsi sebagai objek untuk diselamatkan saja.
Saya pribadi tidak tahu apakah ini merupakan kebetulan belaka karena informasi tersebut hanyalah hasil perhitungan acak komputer, atau memang sengaja diciptakan seperti itu oleh
Ubisoft.
Saya sendiri sama sekali tidak keberatan dengan hal ini, namun sepertinya di luar sana banyak sekali orang yang tidak suka dengan
stereotip yang ada di
Watch Dogs. Hal seperti ini hanya bisa dinilai oleh masing-masing pribadi, apakah ini hal yang akan mengganggu kamu atau tidak, tapi saya rasa hal ini tidak akan terlalu mengganggu kamu dalam menikmati
Watch Dogs.
Verdict: Marketing Makan Tuan

Sangat sulit untuk memutuskan apakah
Watch Dogs merupakan
game yang pantas dimiliki atau tidak. Kalau saya nilai satu persatu secara teori apa yang ditawarkan oleh
Watch Dogs, mungkin saya tidak akan menyarankan kamu untuk membeli game ini.
Gameplay standar dengan pemanis tambahan yang memang sih berkualitas, cerita layaknya film laga yang sudah sangat pasaran, dan banyak hal-hal standar lainnya.
Tapi kalau kita bicara masalah praktek, jujur saja setiap kali saya bermain
Watch Dogs saya selalu lupa waktu. Saya mulai main di siang hari, namun tiba-tiba saja matahari sudah mulai terbenam di barat. Tidak jarang juga saya sudah harus pulang, namun saya menunda waktu pulang saya demi “satu misi
Watch Dogs lagi” yang ternyata malah membuat saya menyelesaikan tiga misi lagi.
Karena hidup kita adalah praktek, bukan sekedar teori, saya jelas merekomendasikan kamu untuk mencoba game ini. Terutama kalau kamu memiliki
console generasi baru yang memang sedikit kekeringan game
AAA. Namun kalau kamu bermain dengan
PC, mungkin ada baiknya kamu menunggu sampai ada diskon saja baru membeli game ini. Pokoknya, kapanpun kamu berencana untuk membeli
Watch Dogs, kamu wajib mencoba game ini sebelum mengambil keputusan hanya dari komentar orang saja (termasuk dari review ini sendiri).
Steam: Watch Dogs, US$59,99 (sekitar Rp 715.000)
PlayStation Store US (All Version): Watch Dogs, US$59,99 (sekitar Rp 715.000)
PlayStation Store Asia (PS3 + PS4): Watch Dogs, Rp 515.000 – Rp 569.000
Watch_Dogs™
System Requirements Minimum
| MINIMUM: | System Requirements |
| OS: | Windows Vista (SP2), Windows 7 (SP1) or Windows 8 (Please note that we only support 64 bit Oss.) |
| Processor: | Intel Core 2 Quad Q8400 @ 2.66Ghz or AMD Phenom II X4 940 @ 3.0Ghz |
| Memory: | 6 GM RAM |
| Graphics: | DirextX 11 graphics card with 1 GB Video RAM - Nvidia GeForce GTX 460 or AMD Radeon HD 5770 |
| Storage: | 25 GB available space |
System Requirements Recommended
| RECOMENDED: | System Requirements |
| OS: | Windows Vista (SP2), Windows 7 (SP1) or Windows 8 (Please note that we only support 64 bit OSs.) |
| Processor: | Eight core - Intel Core i7-3770 @3.5 GHz or AMD FX-8350 X8 @ 4 GHz |
| Memory: | 8 GB RAM |
| Graphics: | DirectX 11 graphics card with 2 GB Video RAM - Nvidia Geforce GTX 560 ti or AMD Radeon HD 7850 |
| Storage: | 25 gb available space |